Wednesday, May 22, 2013

Pantri yang Efisien, Bersih dan Nyaman

Pantri di kediaman keluarga Ossiatzki yang berlokasi di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini tidak hanya menjadi tempat memasak tetapi juga dapat dijadikan tempat berkreasi keluarga serta kerabat.
Pemilik rumah yang berprofesi sebagai desainer produk ini senang berkumpul bersama keluarga dan kerabat sambil memasak serta bersantap yang biasanya dilakukan di akhir pekan. Ia merancang sendiri rumah tinggal termasuk pantrinya yang berukuran 3m x 3m dan menyatu dengan ruangan makan dan tangga di tengah rumah.
Pantri juga dilengkapi oleh jendela lebar tanpa kusen (frameless) yang menerus sampai ke pojok ruangan dan menghadap ke arah pintu masuk rumah agar terasa lapang. Desain jendela dan pintu ini dapat mengoptimalkan masuknya cahaya alami sekaligus memudahkan pemilik mengawasi keadaan di luar.
Untuk menegaskan kesan modern dan bersih (clean look), pantri didominasi oleh bentuk kotak geometris sedangkan ruangan makan dan tangga justru diolah secara berbeda dengan nuansa etnik sehingga memberi kesan dinamis serta “hangat”. Kabinet pantri disusun dalam formasi huruf L dan dilengkapi oleh meja tengah (island) untuk kompor serta sebuah lemari built in tambahan untuk gudang rumah.
Kerangka dasar kabinet dan laci terbuat dari panel melamine faced chipboard sedangkan pintu kabinet dilapisi oleh kaca bening yang diberi dasar kertas putih sehingga tercipta warna biru muda yang segar. Lemari atasnya dilengkapi oleh engsel tipe flap up agar mudah mengambil barang sedangkan bagian tepi (edging) laci dan pintu diolah menjadi pegangan tersembunyi untuk buka tutup.
Bahan pelapis meja (top table) terbuat dari solid surface warna putih polos, dof dan menerus sampai melapisi sebagian dinding area. Setiap elemen dapur dirancang dalam satu sistem terpadu (kitchen system) dan memenuhi standar kualitas yang tinggi seperti tahan lama, kuat, tahan air, tahan panas dan anti gores. Dengan demikian dapur dapat berfungsi lebih efisien, nyaman, praktis, mudah dipakai, mudah dirawat dan tampak indah.

sumber : majalah asri

10 Kota Dengan Arsitektur Terbaik Di Dunia

1. Florence, Italia
Kota Florence berarsitektur Renaissance abad pertengahan. Hal yang harus agan² ketahui dari kota ini adalah arsitektur mengagumkan dari Gereja-gereja yang berdiri megah. Salah satu yang tidak boleh terlewatkan dari kota ini adalah jembatan Ponte Vecchio yang masih ori 100% .
artikel dari haxims.blogspot.com


2. Paris, Prancis
Paris mungkin sudah tidak asing lagi terdengar ibarat sebuah museum raksasa.Ya,disini terdapat menara Eiffel dan Moulin Rouge dan The Katedral Notre Dame, Louvre, Arc de Triomphe. Paris sendiri .
artikel dari haxims.blogspot.com


3. Berlin , Jerman
Rumah tua kota Berlin merupakan cara yang baik untuk memulai wisata. Tanpa mengesampingkan Sony Center, Reichstag museum Yahudi dan banyak lainnya. Sejak runtuhnya Tembok Berlin banyak terjadi perubahan arsitektur bangunan nya.
artikel dari haxims.blogspot.com


4. Brasilia , Brazil
Kota ini ditata saling berbatasan seperti salib sehingga bila dilihat dari udara tampak seperti kupu-kupu raksasa. Kota ini dinyatakan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Yang patut dilihat dari kota ini: Cathedral Basilica, Palacio de Alvarado, dan kompleks Kebudayaan Republik.
artikel dari haxims.blogspot.com


5. Shanghai , China
Agan² akan menemukan beberapa karya seni modern terbesar di kota ini. Gedung tertinggi di Jin Mao Tower dapat dengan mudah terlihat. Oriental Pearl Tower tidak hanya memiliki desain bangunan yg mengagumkan, tetapi agan² juga dapat berbelanja dan menginap
artikel dari haxims.blogspot.com


6. Athens , Yunani
Agan² dapat langsung mengunjungi, Acropolis, Parthenon, Akademi Athena dan di stadion Olimpiade Athena karena sangat tidak etis mengomentari tentang arsitektur yg mengagumkan dari kota ini.
artikel dari haxims.blogspot.com


7. Barcelona , Spanyol
Liburan mungkin terasa seru jika agan bisa mengunjungi : Park Guell, Palau de la musica Catalana, Hospital de Sant Pau, Candi Expiatori de la Sagrada Familia, dan Menara Komunikasi Montjuic.
artikel dari haxims.blogspot.com


8. Dubai, UEA
artikel dari haxims.blogspot.com
Tidak ada batasan di sini! Dubai benar-benar membangun apa pun yang tidak bisa dibayangkan di sana. Seluruh kota merupakan keajaiban arsitektur sehingga tidak perlu menyebutkan setiap bangunan pada khususnya. Tapi asal agan tau,dulunya ini hanyalah padang gersang yang terabaikan.


9. Roma , Italia
agan mungkin ga akan nemuin arsitektur modern di Roma,tapi agan bisa akan disuguhkan pemandangan Colosseum, Forum Romawi, Kapel Sistina, Pantheon dan Basilika St. Petrus di Vatikan.
artikel dari haxims.blogspot.com


10. Cichago , USA

Kata pencakar langit ini diciptakan dalam arsitektur yang mungkin dibilang nyeleneh. Di sini terdapat Sears Tower ,gedung tertinggi di Amerika Serikat.
artikel dari haxims.blogspot.com 

sumber : berita.terbaruindo.com

Layout Furnitur Menentukan Kenyamanan

Posisi menentukan prestasi, hal ini pun berlaku dalam penataan ruang keluarga. Posisi menunjang kegiatan Anda bersama keluarga.
Posisi Tentukan Kenyamanan Keluarga!
Penataan ruang keluarga lumrahnya disesuaikan dengan bentuk ruang dan aktivitas keluarga. Berikut ini beberapa posisi ruang keluarga yang bisa Anda aplikasikan.
  • Ruang keluarga di pojok. Salah satu keuntungan dari posisi ini adalah memungkinkan bagi Anda untuk mengatur pergerakan aktivitas harian. Usahakan agar bukaan yang ada tidak terhalang oleh furnitur, agar pencahayaan dalam ruang lebih optimal.
  • Ruang keluarga di tengah, satu arah sirkulasi. Biasanya ruangan ini menghadap satu dinding dan sirkulasi orang terbentuk pada sisi belakang atau depan ruang tersebut. Pengaturan dapat dilakukan dengan menempatkan kabinet TV menghadap ke arah dinding, dan area duduk menggunakan sofa tiga dudukan.
  • Ruang keluarga di tengah, dua arah sirkulasi. Ruang keluarga yang berada di tengah biasanya berada di rumah berukuran luas. Ukuran ruang keluarga juga lebih dari 20m². Ruangan luas ini dapat dibuat nyaman dengan meletakkan sofa dan kabinet TV berukuran yang sesuai.
Foto : Dok.iDEA
Sumber : iDEA Books, Edisi Ruang keluarga
Caption :
1. Ruang keluarga ini berada di bawah tangga. Tatanannya disesuaikan dengan area penempatannya. Terdapat akses jalan kecil di antara kursi yang terlihat dari adanya jarak.
2.Berada di sudut membuat ruang keluarga ini tampil maksimal. Dengan penataan yang optimal, ruangan pun terlihat lebih nyaman dan terang meski tanpa penerangan.

Saturday, May 18, 2013

13 Butir Kompetensi Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek IAI


Berikut ini adalah 13 butir kompetensi yang menjadi standar pemenuhan kualifikasi sertifikasi profesional arsitek. Setiap arsitek yang mengajukan sertifikat baru wajib menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar standar-standar ini, sebagai salah satu bukti pendalaman dan keterlibatannya dalam setiap proyek yang diajukan sebagai tolak ukur.
1. Perancangan Arsitektur
Kemampuan menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis, dan yang bertujuan melestarikan lingkungan (Ability to create architectural designs that satisfy both aesthetic and technical requirements, and which aim to be environmentally sustainable)
2. Pengetahuan Arsitektur
Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia (Adequate knowledge of the history and theories of architecture and related arts, technologies, and human sciences)
3. Pengetahuan Seni
Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur (Knowledge of the fine arts as an influence on the quality of architectural design)
4. Perencanaan dan Perancangan Kota
Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perancanaan itu (Adequate knowledge on urban design, planning, and the skills involved in the planning process)
5. Hubungan antara Manusia, Bangunan dan Lingkungan
Memahami hubungan antara manusia dan bangunan gedung serta antara bangunan gedung dan lingkungannya, juga memahami pentingnya mengaitkan ruang-ruang yang terbentuk di antara manusia, bangunan gedung dan lingkungannya tersebut untuk kebutuhan manusia dan skala manusia (Understanding of the relationship between people and buildings and between buildings and their environments, and of the need to relate spaces between them to human needs and scale.)
6. Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan
Menguasai pengetahuan yang memadai tentang cara menghasilkan perancangan yang sesuai daya dukung lingkungan (An adequate knowledge of the means of achieving environmentally sustainable design.)
7. Peran Arsitek di Masyarakat
Memahami aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran arsitek di masyarakat, khususnya dalam penyusunan kerangka acuan kerja yang memperhitungkan faktor-faktor sosial (Understanding of the profession of architecture and the role of architects in society, in particular in preparing briefs that account for social factors)

8. Persiapan Pekerjaan Perancangan
Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi sebuah proyek perancangan (Understanding of the methods of investigation and preparation of the brief for a design project.)
9. Pengertian Masalah Antar-Disiplin
Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan gedung (Understanding of the structural design, construction, and engineering problems associated with building design.)
10. Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan
Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik dan fisika, teknologi dan fungsi bangunan gedung sehingga dapat melengkapinya dengan kondisi internal yang memberi kenyamanan serta perlindungan terhadap iklim setempat (Adequate knowledge of physical problems and technologies and of the function of buildings so as to provide them with internal conditions of comfort and protection against climate.)
11. Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan
Menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pihak pengguna bangunan gedung dalam rentang-kendala biaya pembangunan dan peraturan bangunan (Necessary design skills to meet building users requirements within the constraints imposed by cost factors and buildign regulations.)
12. Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan
Menguasai pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi, peraturan dan tata-cara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan menjadi bangunan gedung serta proses mempadukan penataan denah-denahnya menjadi sebuah perencanaan yang menyeluruh (Adequate knowledge of the industries, organizations, regulations, and procedures involved in translating design concepts into buildings and integrating plans into overall planning.)
13. Pengetahuan Manajemen Proyek
Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek dan pengendalian biaya pembangunan (Adequate knowledge of project financing, project management and cost control.)

read more : ikatan arsitek indonesia

Mengalah Pada Pohon

Arsitektur yang baik adalah arsitektur yang bersinergi dengan alam, sekaligus dapat mengakomodasi kenyamanan pemilik rumah.

Ketika Anda melihat tampilan rumah, tampak alamlah yang menguasai tampilan dan nuansa rumah. Pepohonan ikut andil bagian dalam menentukan batas akhir rumah. Memang sudah seharusnya kita menghargai keadaan alam apa adanya.
Tiga pohon berada di tengah lahan rumah yang menjadi batas belakang rumah. Ketiga pohon ini menentukan posisi rumah, bisa dibilang. Walaupun banyak orang menebang pohon demi rumah, tapi rumah satu ini tidak demikian. Posisi pohon tetap dipertahankan keberadaannya.

Kursi Taman Berkanopi Daun-daunan

Desain dan penataan taman pada sebuah rumah mempunyai peranan penting. Selain indah untuk dipandang, taman juga berperan penting dalam membuat hunian jadi lebih teduh.

Hunian bergaya semiklasik-etnik ini banyak didominasi dengan olahan batu alam dan kayu. Penerapan aneka jenis tanaman membuat taman menjadi lebih rindang dan terkesan alami/natural. Pada salah satu sudut hunian tampak sebuah area bersantai tepat di sisi jalan, berbatasan langsung dengan hunian. Sebuah kursi kayu berangka besi ini tampil cantik dengan dinding batu hamper sewarna tepat di belakangnya.
Kursi taman ini dipayungi bugenfil dan sirih gading. Daun-daunan yang saling bertumpuk ini seakan-akan menjadi kanopi alami yang memberikan kedamaian pada salah satu bagian di pekarangan hunian ini. Warna hijau dan coklat, dua paduan warna yang sangat teduh dan nyaman untuk bersantai bukan?

Tuesday, May 7, 2013

M. Ridwan Kamil


M. RIDWAN KAMIL :
ANALOGI DALAM SEBUAH KARYA ARSITEKTUR

Ada 4 teori yang selalu dipakai oleh Ridwan Kamil dalam merancang :
1. Teori Analogi
 Dalam merancang sebuah ruang diperlukan nilai-nilai, simbol yang merupakan analogi dari bangunan tersebut. Dengan merespon terhadap konteks yang ada, mencari sesuatu yang unik dari poyek yang ada. Dengan analogi bisa membuka cakrawala kemungkinan-kemungkinan bentuk yang baru.
2. Teori Folding
Rancangan suatu ruang bisa dihasilkan dari proses melipat. Membuat proses membentuk dengan melipat sebelum membuat denah bangunan.
3. Green Architecture
4. Creating Programming,
Isi dari suatu ruang atau lay out dari sebuah ruang menjadi expresi luar dari bangunan

M. Ridwan Kamil termasuk tipe arsitek Non Signature Architect dimana dalam merancang/ mendesain, desainnya tidak dapat ditebak karena stylenya berubah-ubah. Menurut M. Ridwan Kamil, teori arsitektur selalu menjadi dasar bagi rancangan karya arsitekturnya karena dengan adanya dasar teori, karya arsitektur yang dihasilkan memiliki nilai lebih tinggi. M. Ridwan Kamil hampir selalu menggunakan dasar analogi dalam beberapa karyanya. Baginya analogi merupakan suatu cara menghubungkan karya arsitektur dengan ‘konteks’nya. Dengan dasar analogi ‘konteks’ bisa berarti budaya, spirit, ciri khas, sampai philosofi. Dengan dasar analogi juga akan membuat argumentasi desain bisa dipahami oleh klien, membuat kita sebagai arsitek tertantang mencari cara baru dalam menginterpretasikan sebuah desain. Bagi M. Ridwan Kamil semua projet harus ada ceritanya. Dengan adanya analogi akan membuat sebuah cerita bagi project tersebut.

Studi Kasus

Gerbang Kemayoran
Analogi Experimental dijadikan dasar teori dari gerbang kemayoran

Menghasilkan sebuah gerbang seolah-olah sebuah gapura tapi bukan benda fisik
Konsep rancangan gerbang kawasan kemayoran ini didasarkan pada aplikasi yang fleksibel dari media-media non-arsitektural, seperti cahaya, lampu, dan air. Hal ini dimaksudkan agar suasana gerbang bisa terjadi secara dramatis dan bisa diatur berdasarkan kegiatan-kegiatan di Kemayoran yang dapat berubah-ubah (event-based effects).
Efek ruangan yang terjadi antara lain bisa berupa efek langit-langit virtual dengan aplikasi deretan lampu sorot. Bisa juga berupa efek awan menggantung dengan aplikasi buih air tekanan tinggi dan bisa berupa efek hutan bintang dengan aplikasi titik-titik lampu spot yang acak.
Konsep portal cahaya ini dirancang dengan menempatkan titik-titik lampu di ujung tiang-tiang vertikal primer yang berbaris rapi. Pancaran cahaya dari deretan lampu yang dipasang di kiri dan kanan poros jalan utara-selatan itu secara unik akan membentuk dinding langit-langit virtual yang dibentuk cahaya
Konsep kapono awan dirancang dengan menempatlan titik-titik lubang air bertekanan tinggi pada tiang-tiang sekunder yang melengkung natural. Tekanan tinggi ini diatur sedemikian rupa sehingga air yang keluar hanya berupa buih-buih yang tipis dan transparan.
Dikarenakan dirancang dengan jumlah cukup banyak, kumpulan buih air ini secara bersamaaan akan membentuk awan raksasa yang meneduhkan sekaligus mendinginkan iklim mikro ruang di bawahnya.
Adapun konsep hutan bintang ini dirancang dengan menempatkan titik-titik lampu spot pada tiang-tiang sekunder yang melengkung natural. Kumpulan lampu-lampu ini yang diletakkan secara acak membentuk efek yang mengingatkan pada bintang-bintang di langit.
Kawasan gerbang ini juga dirancang tidak hanya untuk efek visual semata, tetapi juga diskenariokan untuk dapat menstimulasi kegiatan-kegiatan pedestarian yang positif. Kegiatan seperti bermain, duduk istirahat, dan jalan kaki diharapkan hadir di area kawasan gerbang ini.

Bakri JSX
Bangunan Bakri JSX adalah kantor pusat saham pada area Rasuna Epicentrum. Bentuk kumpulan uang recehan menjadi dasar analogi dari bangunan ini.

Hotel Sahid Perdana
Pemilik dari proyek hotel Sahid Perdana ini menginginkan arsitektur jawa. Menurut Ridwan Kamil arsitektur jawa itu bukan bentuk Joglo tapi spiritnya. Sehingga diambil analogi dari lotus kembar, yang merupakan spirit budaya jawa. Teratai kembar ini jika terkena air surut atau pasang selalu kompak mengikuti pergerakan air tersebut.

Gramedia Expo Surabaya
Teori yang menjadi dasar bangunan ini adalah teori folding, dimana proses rancangan suatu ruang dihasilkan dari proses melipat sebelum membuat denah bangunan

Depkop Convention Hall
Teori yang menjadi dasar bangunan ini adalah teori folding.

Curiculum Vitae
Name     :    M. Ridwan Kamil, ST., MUD
Address    :    Jl Dago Pojok 1/6, Bandung
Tempat / Tanggal Lahir    :    Bandung, 4 October 1971
Kantor     :    Jurusan Arsitektur ITB, Ganesha 10 - Bandung 40132
        Urbane Indonesia

Riwayat Pendidikan
•    Master of Urban Design, College of Environmental
    Design, University of California-Berkeley, USA, 2001
•    Bachelor of Architecture at the Institute of  Technology
    Bandung (ITB), Indonesia, 1995

•    National University of Singapore, 1994

Riwayat Pekerjaan
•    1997 – 1999: Junior Architect, HOK Architects (New York)
•    2000 – 2003: Senior Architect & Urban Designer, SOM Architects (San Francisco & Hongkong)
•    2003 – Sekarang: Senior Urban Deisgn Consultant for EDAW San Francisco & EDAW Asia

•    2003 – Sekarang: Principal, Senior Architect, Senior Urban Desinger PT. Urbane Indonesia.


M. Ridwan Kamil adalah salah satu sosok yang sangat menghargai kehidupan, baginya hidup ini hanya sekali. Sehingga dalam kehidupan ini kita harus bermanfaat bagi orang lain. Karena itu selain sebagai arsitek profesional, beliau juga adalah seorang dosen dimana dengan menjadi seorang dosen, Moh. Ridwan Kamil bisa membagikan ilmu kepada semua orang.